Loncat ke konten
Menu Mobile
kabarlampung.com
Dari Lampung untuk Indonesia
  • News
  • Politik
  • Hukum
Konten Spesial
Ganti Kabais Dinilai Tak Transparan, TAUD Tuntut Pengungkapan Dalang LMND DKI Tegaskan Pentingnya Pendekatan Non-Militer di Papua SEMA PTKIN: Aksi Teror terhadap Aktivis Cederai Demokrasi Indonesia, Harus Diusut Total Kasus Aktivis KontraS, IMM DKI Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Hukum Ihsan Abdul Haq Tegaskan Bahaya Praktik Menyimpang dalam Beragama
Beranda News Saring Sebelum Sharing, Jangan Termakan Provokasi Media Abal-abal

Saring Sebelum Sharing, Jangan Termakan Provokasi Media Abal-abal

Gambar Gravatar
kabarlampung.com
29 Mei 2021 - 08:42 WIB267 Dilihat

Tumbuhnya dunia digital Indonesia tidak selamanya membawa angin segar. Banyak para pengguna mencari celah untuk meraup keuntungan menggunakan pelbagai cara. Salah satunya membuat media online dan menyebarkan informasi berbau provokasi hingga kabar bohong dan bikin gerah pemerintah.

Kondisi ini ternyata menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan Jokowi meminta media online tak memiliki kredibilitas alias abal-abal, mendapat hukuman tegas. Sebab, selama ini dianggap membuat resah dengan berbagai kabar tidak jelas.

Bacaan Lainnya
  • Komunitas “Lulus Jadi Apa?” Tekankan Pentingnya Dialog dan Pemikiran Jernih
  • Suporter Persita Tangerang Ajak Publik Waspadai Infiltrasi Anarko
  • MUI Jakpus Ingatkan Warga untuk Saring Informasi dan Kendalikan Emosi

Data yang dimiliki Presiden Jokowi, Indonesia terdapat 132 juta pengguna internet aktif. Dari jumlah itu, ada 129 juta memiliki akun media sosial aktif.

Isu paling anyar dan bikin geram, terkait kabar Tes Wawasan Kebangsaan di KPK. Namun, kabar itu telah dibantah Jokowi dan menyebut bahwa tes tersebut bukan menjadi tolak ukur untuk memberhentikan pegawai KPK.

Media online saat ini banyak memasang judul provokatif dan tidak sesuai dengan konteks pernyataan narasumber dan hanya mengejar rating tapnpa berfikir dampak kedepanya

Pemerintah memang serius menindak media online abal-abal. Menkominfo Rudiantara memastikan langsung menjalankan instruksi dari Presiden Joko Widodo terkait evaluasi terhadap media online yang kerap memproduksi berita bohong dan menyebarkan kebencian. Rudiantara akan menggandeng Dewan Pers untuk menjalankan perintah Presiden tersebut.

Rudiantara menjelaskan media online abal-abal di Tanah Air sangat menjamur. Dia memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan ribu. Sementara, media online di Indonesia yang benar-benar bekerja sesuai kaidah jurnalistik tak lebih dari 500.

Dia mengatakan, pada bulan Januari akan ada keputusan dari hasil koordinasi dengan Dewan Pers. Untuk itu, dia tak mau berandai-andai tindakan apa yang akan diambil oleh pemerintah terhadap media online penyebar kebencian.

Post Views: 267
#HoaxMediaProvokasiSaring sebelum Sharing
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya Kunjungan Tim Supervisi Divisi Pemasyarakatan, Evaluasi Rehabilitasi di Lapas Cilegon-Serang-Tangerang
Pos berikutnya Bantah IPW Soal Baintelkam, Pengamat Intelijen : Kinerja Sesuai Porsi, Tak Perlu Evaluasi

Pos terkait

  • LMND DKI Tegaskan Pentingnya Pendekatan Non-Militer di Papua

  • Kasus Aktivis KontraS, IMM DKI Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Hukum

  • Ihsan Abdul Haq Tegaskan Bahaya Praktik Menyimpang dalam Beragama

  • Dugaan Keterlibatan Aparat dalam Kasus Penyiraman Aktivis, ISRI Yogyakarta Desak Panglima TNI Mundur

  • Wakapolri : Bakauheni Siaga 16 Kapal untuk Antisipasi Kecelakaan Laut dan Arus Balik

  • Haidar Alwi Dorong Pengungkapan Menyeluruh Kasus Penyiraman Air Keras

Terbanyak

  • Ayah Bertrand Angkat Suara: Kapolda Suls…
  • Operasi Gabungan Polri–Bea Cukai Bongkar…
  • Kapolri Datangi Markas Komunitas Ojol Su…
  • Polri Bangun 7 Pusat Studi untuk Perkuat…
  • 16 Kasus Judi Online Rampung, Rp58 Milia…
Kabarlampung.com | 2023
Go to mobile version